Ruam Popok dan Cara Mengatasi Sampai Ke Akarnya
Senin, 16 November 2020
Tulis Komentar
Salah satu masalah yang sering muncul pada kulit bayi adalah ruam popok. Hal tersebut memanglah umum tetapi dapat sangat menyakitkan untuk bayi, sehingga orang tua tidak akan tega melihatnya, terlebih untuk orang tua baru yang merasa kebingungan harus berbuat apa, bagaimana cara penanganannya.
Perlu diketahui bahwa kulit bayi yang sangat lembut itu berfungsi sebagai untuk merasakan dan mempelajari dunia di sekitarnya melalui sentuhan, kulit juga berfungsi untuk melindunginya dari lingkungan. Ini lah alasan mengapa kita harus menjaga kulit bayi agar tetap sehat.
Ruam popok biasanya terjadi pada bayi yang berusia empat sampai 15 bulan. Tetapi jika bayi happy people mengalami ruam popok jangan panik dulu, karena biasanya akan sembuh dalam waktu 3-4 hari tentunya dengan perawatan. Dan ruam tidak hanya di area yang terkena popok saja, di area selain area popok juga dapat terjadi ruam.
Sebaiknya kita perlu mengetahui penyebab ruam popok pada bayi agar kita lebih memperhatikan kondisi atau kegiatan yang dapat menyebabkan ruam popok pada bayi.
Ada beberapa penyebab ruam popok yang jarang kita sadari, simak yuk happy people:
Popok yang lembab
Perlu diketahui bahwa urine atau air pipis yang bercampur dengan tinja dapat menyebabkan infeksi bakteri dan iritasi pada kulit bayi. Oleh karena itu sering-seringlah mengganti popok bayi Anda. Sebelum diganti, sebaiknya di cek dahulu kondisi popoknya, jika sudah basah, penuh dan terkesan tidak nyaman silahkan diganti ya.
Popok yang terlalu ketat
Pernah tidak kita memakai sesuatu yang terlalu ketat sehingga menggesek-gesek kulit dan akhirnya lecet perih?
Hal tersebut juga dapat terjadi kepada bayi yang memakai popok terlalu ketat, selain rasanya yang tidak nyaman juga material popok akan menggesek-gesek kulit bayi dan akan menyebabkan iritasi, ruam dan lecet pada kulitnya yang masih lembut dan tipis itu. Oleh karenanya produk popok sekali pakai membuat popok dengan berbagai macam ukuran, happy people bisa sesuaikan ukuran popok dengan usia dan berat badan bayi nya ya.
Makanan
Pada bayi yang sudah MPASI beberapa jenis makanan seperti buah-buahan asam dapat mempengaruhi tinja bayi sehingga akan lebih mudah mengiritasi kulit daerah bokong dan menimbulkan ruam.
Bagaimana dengan bayi yang belum MPASI? Kemungkinan penyebabnya adalah makanan yang dikonsumsi oleh ibu.
Infeksi bakteri dan jamur
Area bokong, paha dan alat kelamin yang sering bersentuhan dengan popok yang memiliki kondisi lembab akan meningkatkan resiko terkena infeksi bakteri dan jamur.
Iritasi produk kebersihan bayi
Produk untuk bayi tidak menutup kemungkinan akan 100% cocok untuk bayi. Ada juga bayi yang tidak cocok memakai produk khusus bayi seperti sabun, bedak, minyak, tisu basah yang dipakai pada area popok dapat menjadi salah satu pemicu ruam popok.
Kulit sensitif
Bayi yang menderita masalah kulit seperti dermatitis atopic atau eksim, akan lebih rentan terkena ruam popok.
Konsumsi antibiotik
Kalau yang ini mimin baru tau juga nih, makanya ingin nge-share ke happy people semua.
Antibiotik dapat membasmi bakteri jahat maupun bakteri baik. Ketika obat ini diberikan kepada bayi, bakteri baik pada kulit yang mampu mencegah pertumbuhan jamur pun bisa ikut mati. Akibatnya bayi akan mengalami ruam popok akibat infeksi jamur.
Tidak hanya bayi, jika ibu menyusui mengkonsumsi antibiotic juga dapat membuat bayi lebih beresiko mengalami ruam popok.
“aduh kok banyak banget ya penyebab ruam popok pada bayi, jadi aku harus ngapain nih?”
Tidak perlu khawatir happy people, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah ruam popok pada bayi:
- Pastikan tangan bersih sebelum menyentuh kulit si kecil, alias dalam hal ini adalah mengganti popok si kecil.
- Sebaiknya popok diganti dalam jangka waktu 2-3 jam sekali. Jika keadaan popok kotor, bersihkan bagian kulit yang kotor hingga bersih boleh dengan kain yang dibasahi atau tisu basah, jangan lupa untuk mengelap kulit bayi yang telah dibersihkan hingga benar-benar kering. Lap dengan kain yang lembut dengan cara di tap-tap jangan digosok.
- Sesuaikan ukuran popok bayi, biasanya ukuran popok bayi dapat disesuaikan dengan berat badannya.
- Oleskan krim pencegah ruam popok saat mengganti popok bayi.
- Jika menggunakan popok kain, pastikan popok tersebut dicuci dengan bersih dan hindari pewangi.
Baca juga : Tips Memilih Clodi yang Tepat
Intinya, pastikan semuanya bersih dan apik ya happy people.
“Jika ruam popok sudah terjadi, aku harus apa?”
Keep reading ☺
Pilihlah pakaian bayi yang lembut
Memilih pakaian yang lembut untuk bayi bertujuan untuk meminimalisir terjadinya iritasi pada kulit bayi. Saran dari mimin ketika mencuci baju bayi disarankan untuk tidak menggabungkannya dengan baju dewasa. Karena baju bayi tidak kotor dengan debu dan kotoran di luar sana, melainkan hanya keringat, urin, kotoran dan ASI. Jika baju bayi happy people terkena kotoran, jangan lupa dicuci bersih kotorannya sebelum mencucinya digabungkan dengan baju-baju bayi yang lain.
Jangan lupa untuk membersihkan tempat tidur bayi
Karena ruam tidak hanya terjadi di area yang bersentuhan dengan popok, ruam bisa terjadi pada kulit bagian mana saja. Pastikan tempat tidur bayi bersih dari kuman dan serangga. Biasanya serangga menggigit kulit bayi saat ia terlelap yang mengakibatkan gatal dan radang.
Mandikan bayi dengan benar
Memandikan bayi adalah hal yang menyenangkan ya happy people. Meskipun demikian pastikan semua badan bayi tercuci dengan bersih, bebas dari kotoran dan bebas dari residu sabun. Mandikan bayi dengan benar 1-2 kali sehari dengan menggunakan air hangat.
Kalau mimin mandi nya 1 kali di pagi hari saja saat matahari sudah muncul agak atas )sekitar jam 7 pagi), sekitar pukul 3 sore di lap dengan air hangat.
Gunakan sabun khusus bayi
Jangan gunakan sabun dewasa pada bayi karena formulanya tidak akan cocok. Jika bayi kita alergi terhadap salah satu sabun khusus bayi, masih bisa dicari produk yang lainnya ya happy people, masih sangat banyak yang tersedia di pasaran.
Konsultasikan ke dokter jika ruam pada kulit tidak kunjung hilang
Hindari makanan yang memicu alergi dan ruam kulit
Saran mimin, jika bayi happy people tiba-tiba muncul ruam pada kulitnya ingat-ingat apa yang telah ia makan atau happy people makan.
Pastikan si kecil cocok dengan popok yang ia pakai
Gunakan krim untuk mengatasi ruam pada kulit bayi
Ganti popok dan baju bayi ketika sudah basah.
Apakah happy people pernah berpikir kalau “semua sudah aku lakukan dengan benar, tapi kok masih saja ruam popok ?”.
Mungkin bayi happy people tidak cocok dengan kandungan zat yang terdapat dalam popok, khususnya popok sekali pakai.
Klorin dan bahan kimia turunannya
Popok sekali pakai dibuat dengan menggunakan bubur kayu yang diputihkan dengan gas klor unsur.
Menurut WHO dioksin merupakan zat yang sangat karsinogenik dan zat tersebut diketahui dapat menyebabkan reaksi alergi dan iritasi pada kulit. Ada beberapa popok yang mengklaim dengan label “bebas klorin” namun tetap mengandung klor dioksida.
Natrijum poliakrilat
Popok sekali pakai dapat menyerap cairan dengan sempurna karena mengandung Natrium poliakrilat (SAP). Natrium poliakrilat dapat kita lihat saat popok sudah basah, happy people dapat melihat Natrium poliakrilat sebagai Kristal kecil seperti gel. Natrium poliakrilat diyakini dapat menyebabkan iritasi kulit dan membahayakan kesehatan. Zat yang sama juga dipakai dalam tampon yang dikaitkan dengan Toxic Shock Syndrome pada wanita pada 1980-an.
Tributyltin
TBT atau tributyltin merupakan bahan kimia yang banyak ditemukan di popok sekali pakai. Zat kimia ini dikenal sebagai zat yang sangat berbahaya bagi kehidupan air juga dapat menyebabkan masalah kulit pada manusia.
VOC
Popok sekali pakai biasanya mengandung senyawa organik volatil (VOC) yang memiliki bahan kimia yang memiliki tekanan uap tinggi pada suhu kamar. VOC biasa ditemukan pada popok sekali pakai. Jika zat ini menguap dapat menyebabkan gangguan fungsi kekebalan dan merusak hati, ginjal dan sistem pernapasan, dan paru-paru.
Wewangian
Popok sekali pakai pun ada yang menggunakan wewangian. Ketika produk popok dicantumkan “wewangian” dalam daftar kemasan mereka, mereka tidak menggunakan daftar lengkap bahan wewangian mereka. Mungkin saja mengandung ftalat yang dikenal sebagai pengganggu endokrin. Menggunakan produk yang mengandung “wewangian” yang tidak mencolok akan membuat kulit ayi bersentuhan langsung dengan bahan kimia itu yang dapat menyebabkan atau bahkan meningkatkan resiko alergi dan ruam.
Namun katanya popok yang dijual di pasaran itu sudah memenuhi standar jadi aman. Ia sih ada bayi yang aman-aman saja dan ada juga bayi yang super sensitif, tidak bisa dipukul rata ya happy people ☺
Tunggu sebentar, happy people pernah tidak berpikir, popok sekali pakai itu asalnya dari mana sih?
Popok sekali pakai dikembangkan oleh Marion Donovan setelah perang dunia ke II karena adanya keterbatasan bahan. Tak lama kemudian para ibu menyadari manfaat dari popok rancangan Donovan yang berbentuk persegi panjang dengan penutup plastic yang dibuat dari gorden kamar mandi dengan lapisan kertas tisu.
Setelah itu, popok sekali pakai mengalami banyak perubahan. Termasuk ada lebih dari 1.000 paten untuk naanya. Mengingat popularitasnya popok sekali pakai dapat menyerap dengan maksimal kini di Amerika diperkirakan 90% orangtua menggunakan popok sekali pakai untuk bayinya.
Di dunia modern, popok sekali pakai semakin banyak diminati tetapi banyak juga orang tua yang mempertanyakan bahan apa saja yang digunakan untuk membuatnya.
Pabrik popok sekali pakai sudah merespon terhadap kecemasan orang tua ini, sehingga mereka memodifikasi cara membuat popok dan komposisinya. Ini bergantung pada merk popok yang dipilih resiko dan dampaknya akan bervariasi.
Referensi:
Pampers.co.id, alodokter, halodoc.com, bukalapak.com, nakita.grid.id, ibupedia.com

Belum ada Komentar untuk "Ruam Popok dan Cara Mengatasi Sampai Ke Akarnya"
Posting Komentar